Penguatan Pendidikan Nonformal Berbasis Asesmen Kebutuhan bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar
DOI:
https://doi.org/10.58227/gjipp.v4i1.381Keywords:
Asesmen Kebutuhan Belajar, Lembaga Pemasyarakatan, Pelatihan Keterampilan, Pendidikan NonformalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar warga binaan pada program pendidikan kesetaraan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar sebagai dasar pengembangan pendidikan nonformal yang relevan dan berbasis kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri atas pengelola PKBM Kader Bangsa dan sepuluh warga binaan program kesetaraan. Data dikumpulkan melalui kartu Sistem Kegiatan Belajar Masyarakat (SKBM), wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan tabulasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menjahit menjadi kebutuhan belajar utama warga binaan, diikuti keterampilan berwirausaha dan perbengkelan. Sementara itu, pengelola program memprioritaskan keterampilan servis telepon genggam, tata rias, menjahit, sablon, dan tata boga berdasarkan pertimbangan sumber daya serta pelaksanaan program di lingkungan lapas. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara kebutuhan belajar warga binaan (felt needs) dan kebutuhan yang dipersepsikan pengelola program (perceived needs), meskipun kedua pihak sama-sama menempatkan keterampilan menjahit sebagai prioritas pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa asesmen kebutuhan belajar penting dalam pengembangan pendidikan nonformal yang partisipatif, kontekstual, serta mendukung pemberdayaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
References
Arsyad, Y., Asri, M., & Febriansa. (2025). Transformation through nonformal education: Implementing Paulo Freire's critical value. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion (IJoASER), 8(3), 19–26.
Behan, C. (2014). Learning to escape: Prison education, rehabilitation, and the potential for transformation. Journal of Prison Education and Reentry, 1(1), 20–31.
Bradshaw, J. (1972). A taxonomy of social need. In G. McLachlan (Ed.), Problems and progress in medical care: Essays on current research (7th series, pp. 71–82). Oxford University Press.
Buana, S. R., Toni, & Agustian, R. A. (2025). Pemenuhan hak pendidikan bagi anak sebagai warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pangkalpinang. Jurnal Serambi Hukum, 18(2), 65–80.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Davis, L. M., Steele, J. L., Bozick, R., Williams, M. V., Turner, S., Miles, J. N. V., Saunders, J., & Steinberg, P. S. (2014). How effective is correctional education, and where do we go from here? The results of a comprehensive evaluation. RAND Corporation.
Fathoni, A. R. (2025). Efektivitas program rehabilitasi narapidana dalam kebijakan pemasyarakatan di Indonesia. Journal of Correctional Management, 1(2), 10–23.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.
Hizbullah, A., & Karisadini. (2025). Collaborative governance program PKBM sekolah kesetaraan dalam pemenuhan hak pendidikan anak binaan di LPKA Payakumbuh. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 3(4), 5414–5424.
Kaufman, R. A., Rojas, A. M., & Mayer, H. (1993). Needs assessment: A user’s guide. Educational Technology Publications..
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (8th ed.). Routledge.
Lubis, R. E., & Warih, W. C. (2025). Model evaluasi CSE-UCLA pada program pembinaan kepribadian narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padang Sidempuan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 3(5), 6499–6507.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nasrullah, Muchran, & Aderiantika. (2021). Analysis of concept, implementation and impact on training needs assessment for apparents in Pattondon Village, Maiwa District, Enrekang Regency. Profitability: Jurnal Ilmu Manajemen, 5(1), 81–97.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.
Rahmat, A. (2018). Manajemen pemberdayaan pada pendidikan nonformal. Ideas Publishing.
Sudjana, D. (2004). Pendidikan nonformal: Wawasan, sejarah perkembangan, falsafah, teori pendukung, asas. Falah Production.
Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. PT Gramedia.
Tonseth, C., & Bergsland, R. (2019). Prison education in Norway: The importance for work and life after release. Cogent Education, 6(1), 1–13.
UNESCO. (2022). The futures of education: Perspectives and insights from the UNESCO Associated Schools Network (ASPnet). UNESCO.
Wahyuni, S., Fahira, N. D., & Sariyanti. (2023). Proses pelaksanaan pembelajaran kesetaraan paket C bagi warga binaan Lapas Kelas IIA dan warga belajar di PKBM Mahakam Jaya Samarinda. Jurnal Lentera Pendidikan, 8(2), 217–224.
Warner, K., & Anne, C. (2014). Prison education across Europe: Policy, practice, politics. London Review of Education, 12(2), 17–25.
Widyaningtyas, M. N., & Subroto, M. (2023). Analisis yuridis terhadap implementasi program pendidikan kesetaraan bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Jurnal Intelektua: Keislaman, Sosial, dan Sains, 12(2), 22–28.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Nur Alamsyah, Yolandika Arsyad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran is an Open Access Journal.
You are free to:
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.







9.png)


